Waspadai Risiko Berinvestasi Emas, Mau Untung Malah Rugi!

0 Comments

Emas| , , ,

💡
Emas seringkali dianggap sebagai investasi yang aman dari gejolak ekonomi maupun politik. Namun, sebetulnya ada banyak risiko yang tidak diketahui banyak orang. Artikel ini akan mengupas risiko dan biaya tidak terduga dari investasi emas.

Pernah nggak orangtua kamu kasih nasihat begini sama kamu?

“Kalau punya uang lebih, beliin emas saja. Simpan yang lama, nanti suatu hari ketika kamu jual, pasti harganya naik!”

Kesannya berinvestasi emas itu mudah, tapi kenyataannya ada banyak hal yang perlu diwaspadai. Dari mulai selisih harga beli dan harga jual yang besar, beban pajak, biaya sertifikat, sampai fluktuasi harga yang naik-turun.

BACA INI: Investor Paling Sukses di Dunia, Untung Hinga 401 juta Persen

Mungkin di angkatan orangtua kita, membeli emas itu memang menjadi pengalaman berinvestasi yang menguntungkan. Lihat saja grafik emas pada tahun 1994-2020, terlihat sebagai investasi yang sangat menguntungkan, bukan?

sumber: goldprice.org

Sekarang, coba kita lihat grafik harga emas secara lebih spesifik, misalnya di tahun 2012 – 2013

sumber: goldprice.org

Nah, di sini terlihat bahwa di tahun tersebut, harga emas mengalami penurunan dari titik tertingginya di harga Rp550.000 sampai ke level harga kurang dari Rp400.000. Jika dihitung secara persentase, penurunan di periode tersebut setara dengan penurunan sebesar +- 30%. Harga emas di tahun 2013 sampai beberapa tahun setelahnya pun cenderung stagnan. Di era modern ini, emas nggak bisa lagi kita lihat dengan sudut pandang “tutup mata aja nanti juga untung”.

BACA INI: Apa Itu Obligasi ORI, SBR, Sukri, dan Sukuk Tabungan?

Nah, sebelum aku bahas lebih detil terkait dengan risiko-risiko berinvestasi emas, aku mau sedikit mengulas dulu tentang metode transaksi jual-beli emas. Pada dasarnya, investasi emas bisa dilakukan dengan dua cara:

Membeli Emas Batangan

Emas batangan ini biasanya dijual di Gerai Antam, Pegadaian, toko emas, hingga toko onilne. Jika kamu ingin membeli emas batangan, kamu bisa langsung mendatangi gerai penjualan emas tersebut. Jangan lupa juga untuk memastikan bahwa toko emas tersebut terpercaya agar emas yang kamu beli terjamin keasliannya. Emas batangan ini sendiri biasanya dijual mulai dari pecahan 0,5 gram – 1 kilogram.

Membeli Emas Digital

Emas pun tidak ingin ketinggalan jaman dan mulai mendigitalisasi produknya. Ketika kamu membeli emas digital, kamu tidak memiliki emas secara fisik, tapi kepemilikan emas kamu tercatat secara digital dan nilai emas yang kamu miliki akan berfluktuasi mengikuti pergerakan harga emas di pasar.

—————————-

RISIKO BERINVESTASI EMAS

Selisih Harga Beli dan Harga Jual

Dalam bertransaksi emas, ada dua harga yang berlaku, harga beli dan harga jual. Harga beli adalah harga yang harus dibayar saat kita membeli emas, sedangkan harga jual adalah harga yang akan kita terima jika kita menjual emas yang kita miliki; harga jual ini juga sering disebut sebagai harga pembelian kembali atau harga buyback.

Pada tanggal 5 Maret 2020, harga emas acuan Antam adalah:

Harga beli : Rp822.000

Harga jual : Rp744.000

Terdapat selisih sebesar Rp78.000 atau sebesar 9,48% dari harga beli dan jual emas di tanggal tersebut. Artinya, jika kita membeli emas di tanggal tersebut, belum apa-apa sudah ada penurunan nilai sebesar 9,48%. Melihat selisihnya yang cukup besar, investasi emas ini akan cocok untuk investasi jangka menengah – jangka panjang; tidak untuk investasi jangka pendek.

Sebagai tambahan informasi, selisih harga beli dan harga jual emas ini berubah-ubah, biasanya ada di 8 – belasan persen.

Capital loss (rugi)

Sama seperti harga komoditas lainnya, harga emas juga berfluktuasi, selalu naik dan turun dalam jangka waktu tertentu. Mengingat fluktuasi harga yang terjadi, jika kamu berinvestasi emas, kamu tentu bisa mengalami kerugian jika kamu membeli saat harga sedang tinggi dan menjualnya saat harga sedang rendah. Misalnya, menjelang akhir tahun 2012 lalu, harga emas sempat melambung sampai sekitar Rp550.000/gram. Namun di pertengahan tahun berikutnya, harga emas merosot sampai di bawah Rp400.000/gram. Jika kamu tidak sabar dan menjual emas pada tahun 2013, mungkin kamu akan mengalami kerugian, kerugian kamu juga diperparah oleh selisih harga beli dan jual yang besar, juga pajak yang harus dibayar.

Risiko Kehilangan dan Biaya Penyimpanan

Saat kamu memiliki emas batangan dengan jumlah yang cukup besar, keamanan penyimpanan menjadi masalah tersendiri. Mengingat, bisa saja benda kecil yang berharga ini raib begitu saja. Untuk itu, diperlukan brankas penyimpanan, atau bahkan, kamu bisa menyimpan emas batangan kamu di safe deposit box yang disediakan oleh bank. Menyimpan emas di safe deposit box tentu tidak gratis, ada biaya yang harus dikeluarkan. Umumnya berkisar antara ratusan ribu hingga belasan juta pertahun, tergantung ukuran safe deposit box yang kamu gunakan.

Sekian artikel tentang risiko emas kali ini. Semoga, ketiga risiko tersebut bisa menjadi bahan pertimbangkan kamu sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli emas.

💡
Jika pembaca ingin diskusi lebih lanjut atau ada hal yang ingin ditanyakan, silakan tinggalkan komentar di comment section. Penulis akan berupaya untuk menjawab dan berdiskusi dengan para pembaca di sini. Karena Ngomongin Uang, Gak Ada Abisnya!

Comments