Investasi Dollar: Definisi, Potensi Keuntungan, Dan Caranya

0 Comments

Investasi merupakan sesuatu yang sudah sangat umum di dengar saat ini, khususnya di kalangan anak muda yang sedang senang-senangnya membahas topik seputar investasi dan menjadikannya sebagai gaya hidup produktif.

Mereka yang ingin mencoba mendapatkan sumber pemasukan baru alias passive income pasti akan mencoba untuk berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa diterapkan dan mungkin sudah sering kamu dengar dan ketahui. Mulai dari saham, properti, obligasi, reksadana dan sebagainya.

Tapi diantara itu semua, kamu udah pernah denger belum nih yang namanya investasi Dollar?

Yup investasi Dollar atau lebih tepat US Dollar merupakan salah satu jenis investasi dengan aktivitas jual beli mata uang asing yang sering disebut dengan Foreign Exchange (Forex) atau Valuta Asing.

Tapi sebenarnya apa sih investasi Dollar itu dan mengapa orang-orang mau berinvestasi Dollar?

Biar ga makin penasaran, yuk kita simak pembahasannya di artikel yang satu ini!

Apa itu Investasi Dollar?

Kamu tentu sudah mengenal mata uang Dollar kan? Ya, lebih tepatnya Dollar Amerika Serikat! Investasi Dollar merupakan investasi yang menggunakan mata uang US tersebut sebagai alat untuk menanamkan modal.

Dollar telah menjadi sebuah cadangan mata uang utama di seluruh dunia. Karena pengaruhnya tersebut, Dollar menjadi sebuah mata uang yang memiliki kekuatan lebih dibandingkan mata uang lainnya dan menjadi salah satu mata uang tertinggi.

Hal ini sejalan dengan Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya yang maju dalam berbagai hal. Mulai dari teknologi, ekonomi, masyarakat, dan lainnya. Tidak heran, hal ini akhirnya mempengaruhi kuatnya Dollar sebagai mata uang Amerika.

Kalau kita lihat nih, nilai tukar Dollar terhadap Rupiah sampai artikel ini dibuat itu mencapai Rp 15.600. Padahal kalau kita flashback saat pandemi tepatnya di bulan Januari 2020, nilai Dollar tuh masih berada di angka Rp 13.600. Artinya kenaikan ini mencapai 15% dalam kurun waktu 2 tahun saja.

Kenapa sih nilai tukar Dollar bisa naik secara signifikan dalam waktu singkat?

Secara teknis, alasannya tuh kayak gini. Ketika perekonomian di seluruh dunia lagi ngalamin ketidakpastian atau kecemasan karena berbagai potensi ancaman, ada banyak institusi keuangan, korporasi, dan perbankan yang mau nyari aman dengan cara mengalihkan aset mereka dalam bentuk Dollar Amerika. Dan karena permintaan mata uang Dollar ini meningkat, otomatis nilai tukarnya jadi lebih mahal.

💡
Sebagaimana hukum ekonomi yang berkata demikian:

“Semakin barang diperebutkan, dicari, dan diminta, maka harganya akan naik”

Ketika ada peristiwa yang membuat Dollar ini dicari-cari oleh orang di seluruh dunia, maka nilai tukar Dollar ini akan meningkat pesat. Beberapa peristiwa kenaikan Dollar antara lain sebagai berikut:

💉 Ketidakpastian pandemi pada pertengahan tahun 2020 karena vaksin belum diproduksi membuat nilai Dollar tembus hingga Rp 16.000

🤜🏻 Pada tahun 2018 terjadi perang dagang Amerika-Tiongkok yang membuat seluruh dunia cemas sehingga nilai Dollar meningkat signifikan selama berbulan-bulan dan mencapai angka Rp 15.400

🛢️ Di tahun 2014-2015 terjadi kejatuhan harga minyak dunia dan banyak perusahaan berbasis energi ngelakuin PHK massal membuat nilai tukar Dollar meningkat hingga mencapai hampir Rp 12.000

💸 Krisis finansial global pada tahun 2008 membuat nilai tukar Dollar meningkat dan mencapai Rp 12.400

Dari pola tersebut, kita bisa lihat bahwa nilai Dollar cenderung naik terutama saat dunia lagi gak baik-baik saja. Nilai Dollar yang terus meroket setiap tahunnya menjadikan mata uang yang satu ini sebagai salah satu pilihan instrumen investasi. Selain itu, banyak juga negara-negara di dunia yang menjadikan Dollar sebagai cadangan devisa mereka untuk digunakan di masa yang akan datang.

Bahkan kalau kamu lihat nih, semua orang di berbagai negara pada umumnya akan lebih menerima transaksi yang menggunakan Dollar daripada mata uang negara lainnya. Mereka menganggap bahwa Dollar itu sulit untuk didapatkan, namun pencairannya sangat mudah ke mata uang negara lain.

Hal ini dikarenakan umumnya di semua negara pasti ada money changer alias tempat penukaran mata uang asing. Melalui itulah kamu dapat menukar Dollar dengan hampir seluruh mata uang yang ada di dunia saat ini seperti Euro, Rupiah, Ringgit dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu saja, Dollar AS saat ini menjadi mata uang paling berpengaruh karena dijadikan sebagai tolak ukur dalam kurs mata uang dan digunakan dalam transaksi bisnis hampir di semua negara.

Melihat kekuatan mata uang Dollar tersebut, maka ada banyak orang yang mencoba memanfaatkan dominasi dollar ini untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi di US Dollar.

Selain investasi, istilah yang dapat kita gunakan untuk investasi Dollar ini ialah menabung. Hanya saja bedanya jika biasanya kita menabung menggunakan mata uang negara kita yakni Rupiah, maka ketika berinvestasi Dollar berarti kita menggunakan US Dollar atau USD.

Mengapa Berinvestasi Dollar?

Umumnya mereka yang menabung Dollar biasanya adalah mereka yang kegiatan sehari-harinya berurusan dengan transaksi internasional. Seperti pengusaha eksportir, freelancer yang kliennya dari luar negeri, hingga tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri. Sehingga tabungan dalam bentuk Dollar ini nantinya akan memudahkan mereka sekaligus juga bisa digunakan untuk berinvestasi pada USD.

Tapi sebenarnya gaada salahnya juga lho untuk kamu menyimpan asset ke dalam bentuk Dollar. Apalagi di era digital sekarang karena banyaknya pilihan praktis kalau mau membagi sebagian aset atau uang kita ke dalam bentuk Dollar.

Dalam investasi ini, kamu akan menyimpan Dollar sebagai aset yang nantinya bisa ditukarkan kembali ke mata uang Rupiah. Investasi Dollar memang dinilai cukup menguntungkan, apalagi kalau kamu memiliki aset yang cukup banyak dan menukarkannya di waktu yang tepat. Nilai Dollar yang lebih besar daripada Rupiah membuat orang yang berinvestasi di sana tentu akan meraih keuntungan berlipat.

Namun selain itu, ada juga nih alasan-alasan lain kenapa menabung Dollar itu bisa menjadi investasi yang baik untuk kamu. Yuk kita bedah satu persatu!

Daya Beli Stabil

Ketika kamu menyimpan uang Rupiah di bank, maka akan ada yang namanya inflasi yang siap menghantui dan menyusutkan nilai mata uangmu. Belum lagi kalau ada resesi dan faktor ekonomi lainnya yang bisa melemahkan uangmu terhadap mata uang lain.

Akan tetapi hal ini tidak berlaku untuk Dollar. Ketika Dollar mengalami inflasi yang tinggi atau keadaan ekonomi yang buruk, ada satu fenomena dimana Dollar malah mengalami penguatan nilai terhadap mata uang lain atau setidaknya stabil.

Kamu mungkin bertanya-tanya, kenapa sih bisa seperti itu? Bukankah harusnya Dollar malah melemah?

Diambil dari salah satu teori yang disebut The Dollar Milkshake Theory, teori ini mengatakan ketika Dollar dicetak maka negara lain akan coba mengikuti dengan mencetak uang juga untuk menanggulangi hutang mereka yang masih dalam Dollar.

Hal ini membuat Dollar menyedot semua likuiditas dari mata uang flat lain di seluruh dunia, menjadikannya kuat dan mendominasi. Contohnya bisa kamu lihat saat ini, seperti mata uang Euro yang terus melemah bahkan sudah mencapai 1:1 dengan US dollar.

Selain itu, mungkin kamu juga pernah mendengar kalau investasi menggunakan mata uang itu fluktuasinya tinggi. Namun hal ini tidak berlaku untuk Dollar Amerika. Mata uang yang satu ini memiliki fluktuasi yang stabil karena dikendalikan oleh The Fed.

Untuk kamu yang belum tahu, The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat yang telah berdiri sejak lama dan menjadi pengendali utama Dollar Amerika. Kebijakan The Fed tidak hanya berpengaruh bagi Amerika Serikat saja, namun juga negara-negara lain di dunia.

Dengan menabung Dollar maka daya beli keuanganmu tidak akan berkurang sama sekali. Gak heran, kalau dibandingkan dengan mata uang negara-negara maju lainnya, Dollar memiliki nilai tukar yang cukup tinggi meskipun pergerakannya tidak liar dan fluktuatif.

Sumber Dana Ketika Ke Luar Negeri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa saat ini hampir seluruh negara di dunia pasti menerima Dollar. Ketika kamu mempunyai tabungan Dollar, kamu tidak usah takut lagi atau pusing-pusing menukarkan Rupiah milikmu ke Dollar lalu menukarkannya ke lagi ke mata uang negara tujuanmu.

Kalau kamu harus bolak balik menukarkan uangmu ke mata uang lain, kamu harus siap mengeluarkan kocek lebih dalam karena banyaknya potongan-potongan yang harus kamu bayar. Dan tentu saja biayanya tidak murah lho! Ketika kamu memiliki tabungan Dollar, kamu bisa langsung menukarkannya ke negara tujuanmu dan potongannya juga hanya dikenakan sekali saja.

Selain itu kembali lagi pada alasan pertama, bisa jadi Rupiah saat itu tidak stabil sehingga nilai tukar ke Dollarnya menjadi sangat tinggi. Namun di satu sisi, Dollar biasanya cenderung lebih stabil atau bahkan menguat terhadap mata uang negara lain. Tentunya hal ini bakalan menguntungkan kamu bukan?

Transaksi Internasional yang Mudah

Ketika kamu mau membeli barang impor, maka biasanya marketplace pilihan kamu tidak akan menyediakan pilihan pembayaran dalam mata uang Rupiah. Hal seperti ini tentu saja akan membuatmu repot.

Tetapi beda ceritanya jika kamu memiliki tabungan Dollar. Tidak ada marketplace internasional di luar sana seperti Amazon atau Alibaba yang tidak menyediakan pembayaran menggunakan Dollar. Pembayarannya pun jadi lebih mudah tanpa kamu perlu menukarkan uang terlebih dahulu.

Hal ini dikarenakan untuk transaksi internasional seperti ekspor-impor membutuhkan mata uang Dollar Amerika sebagai mata uang global. Dengan memiliki tabungan Dollar, tentu transaksi kamu akan menjadi lancar dan menyenangkan!

Cara Membeli Dollar

Untuk membeli Dollar ada 3 cara yang bisa kamu gunakan beserta kelebihan dan kekurangannya:

Perbankan atau money changer

Cara ini merupakan cara yang paling klasik dan paling umum diketahui sama masyarakat. Untuk membeli Dollar melalui perbankan atau money changer, kamu tinggal pergi aja ke money changer terdekat. Abis itu, kamu tinggal tukar uang Rupiah kamu ke mata uang Dollar.

👍🏻Kelebihan:

Kamu jadi punya Dollar dalam bentuk fisik, sehingga kamu bisa menguasai sepenuhnya aset itu asalkan kamu nyimpennya di tempat yang aman.

👎🏻 Kekurangan:

  • Ada selisih spread yang cukup tinggi. Contohnya gini, nilai Dollar saat ini adalah Rp 15.500. Tapi ketika kamu beli Dollar di money exchange harganya bakal diatas itu, misalnya jadi Rp 15.700.
  • Dollar adalah mata uang yang paling banyak dipalsuin. Jadi kamu harus hati-hati buat milih money changer yang terpercaya.
  • Menyimpan uang dalam bentuk fisik nggak bisa lepas dari potensi pencurian atau rusak karena dimakan rayap
  • Bentuk fisik Dollar membuat nilai aset kamu ga bisa bertumbuh dan nilainya stuck segitu-segitu aja

Bank digital

Beberapa bank digital udah ada yang nawarin opsi penukaran uang Rupiah ke Dollar. Caranya juga lumayan praktis. Kamu tinggal switch aja sebagian aset Rupiah kamu jadi Dollar dari aplikasi.

👍🏻 Kelebihan:

  • Karena bentuknya digital, terhindar dari resiko uang palsu dan perampokan

👎🏻 Kekurangan:

  • Tetap dikenakan selisih spread yang cukup tinggi
  • Uang Dollar kamu tidak bertumbuh karena kebanyakan bank digital belum ada layanan bunga

Beli Dollar dalam bentuk aset kripto

Cara ini adalah cara terbaru yang mungkin belum diketahui banyak orang, yakni dengan membeli aset kripto berbasis Dollar yang nilainya setara dengan Dollar.

Aset kripto yang nilainya setara dengan Dollar ini punya pengakuan secara legal di Indonesia, misalnya United States Dollar Tether (USDT) dan United States Dollar Coin (USDC). Keduanya termasuk dalam aset kripto yang terdaftar secara legal dibawah BAPPEBTI yang penguasaannya dibawah Kementerian Perdagangan Indonesia.

Untuk kamu yang belum tau, USDT adalah aset kripto yang nilainya disetarakan sama Dollar Amerika dan merupakan efek kripto yang paling rame ditransaksiin.

Terus ada juga USDC, yang posisinya punya kekuatan legal tinggi, diaudit resmi, diakui dan diawasi oleh pemerintah Amerika sendiri.

👍🏻 Kelebihan:

  • Biaya spread atau selisih kurs yang nyaris nol. Kalaupun berbayar, nominalnya hanya sebesar 0,1%-0,3% di setiap transaksi
  • Adanya fitur yang membuat aset bertumbuh, seperti fitur earn dan staking

👎🏻 Kekurangan:

  • Dari sisi keamanan, exchange kripto tidak punya pertahanan digital yang baik

Apakah Ada Potensi Kerugian Berinvestasi Dollar?

Untuk potensi kerugian dalam berinvestasi Dollar itu sendiri tentu sudah jelas ada, dan setiap instrumen investasi pasti ada potensi kerugiannya masing-masing.

Apalagi mengingat kenaikan Dollar ini justru membawa dampak buruk untuk jangka panjang terhadap perekonomian di negara kita, bahkan di seluruh dunia.

Adapun reaksi berantai yang mengakibatkan investasi Dollar kita justru merugi, diantaranya:

🛍️ Barang impor seperti smartphone hingga kebutuhan sehari hari mengalami kenaikan harga yang signifikan, sehingga capital gain yang dirasakan dari kenaikan investasi Dollar itu hampir tidak terasa sama sekali.

📈Inflasi yang tinggi karena kenaikan harga barang-barang.

🏦 Meningkatnya suku bunga yang akhirnya membuat kita sebagai konsumen sulit untuk mendapatkan dana segar dari Bank untuk memulai usaha ataupun kebutuhan konsumsi.

☹️Investasi lainnya yang kita miliki menjadi lesu dan cenderung mengalami penurunan akibat kenaikan suku bunga yang terjadi.

💵Selisih kurs jual dan beli dimana meskipun Dollar cenderung memiliki nilai tukar yang cenderung stabil, tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi penurunan nilai tukar Dollar

Memang agak miris rasanya, karena di satu sisi tentu kita berharap investasi dollar kita menguntungkan yang mana artinya disaat bersamaan kita juga berharap nilai mata uang kita yakni Rupiah melemah.

Setelah tahu plus minus dalam berinvestasi Dollar, sekarang kamu bisa mempertimbangkan nih apakah akan memilih instrumen ini sebagai alternatif investasi kamu atau enggak. Jadi, be wise ya!

Tips Memulai Berinvestasi US Dollar

Buat kamu yang tertarik dan pengen coba berinvestasi Dollar, tenang! Ngomu punya tipsnya nih sebelum kamu benar-benar memulai berinvestasi Dollar dan keuntungan kamu bisa makin maksimal.

Tentukan Tujuanmu Menabung Dollar Itu Apa

Sama hal nya saat kita berinvestasi pada aset lain seperti saham, reksadana dan lain sebagainya, berinvestasi Dollar pun juga sama seperti itu. Misalnya kamu ada rencana untuk pergi liburan suatu negara dalam beberapa tahun kedepan, maka menabung Dollar dari saat ini merupakan pilihan yang tepat.

Kalau kamu membeli Dollar tepat sebelum ke luar negeri, tentunya nilai nominal Rupiah yang harus kamu keluarkan jadi lebih tinggi. Apalagi ketika saat itu nilai tukar Rupiah melemah dan biaya yang kamu butuhkan tidak sedikit, maka hal ini berpotensi membuat rencana kamu gagal.  

Tapi kalau kamu udah punya tabungan Dollar nih sebelumnya, kamu bisa dengan mudah menggunakannya sebagai dana selama disana atau menukarnya lagi ke mata uang negara yang ingin kamu kunjungi. Jadi lebih mudah dan untung kan?

Pahami Terlebih Dahulu Kurs Beli Dan Jual

Ketika kamu ingin berinvestasi pada dollar, maka salah satu hal yang terpenting adalah memahami kurs beli dan kurs jual. Jika kamu sampai tidak paham tentang hal ini maka investasimu itu bisa sia-sia, karena keuntungan utama seseorang berinvestasi pada Dollar adalah saat proses jual belinya.

Untuk kamu yang belum paham, kurs adalah perbandingan antara nilai satu mata uang dengan mata uang lainnya. Jadi yang disebut sebagai kurs Dollar adalah perbandingan antara nilai Dollar dengan mata uang lainnya.

Nah kurs ini ada dua macamnya, yakni kurs beli dan kurs jual:

🟦Kurs jual adalah ketika bank atau money changer pada suatu negara ingin menjual Dollar atau valuta asing lainnya kepada nasabah. Misalnya, kamu mau menukar uang Rupiah kamu ke Dollar atau ke mata uang lainnya. Maka yang akan kamu dapatkan adalah kurs jual. Simpelnya, kurs jual ini merupakan harga jual suatu mata uang yang ditetapkan oleh bank atau money changer.

🟩Kurs beli adalah saat money changer atau bank mau melakukan pembelian Dollar atau valuta asing lainnya. Singkatnya, kurs beli ini terjadi ketika kamu mempunyai mata uang asing seperti Dollar lalu menukarkannya ke bentuk rupiah.

Pantau Dan Analisa Kurs/Harga

Berbeda dengan saham atau instrumen lainnya, berinvestasi di Dollar tidak bisa hanya menggunakan sistem Dollar Cost Averaging atau DCA, yakni dengan menyisihkan uang setiap bulannya secara konsisten. Nah berinvestasi di Dollar tidak bisa menggunakan sistem seperti itu. Kamu harus memperhatikan kurs ketika membeli dan menjualnya.

Ketika kamu melakukan pembelian, maka pastikan harga Dollar saat itu sedang di titik rendahnya terhadap mata uang yang ingin kamu tukarkan. Dan ketika kamu mau menjual Dollar, maka pastikan kurs saat itu sedang di titik tertingginya. Hal ini tentu saja bertujuan agar kamu bisa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin.

Kamu juga bisa melihat perbandingan kurs Rupiah beberapa bank di Indonesia dengan klik link ini.

Pastikan Membeli Dan Menjual Pada Tempat Yang Resmi

Resiko berinvestasi Dollar sebenarnya terbilang cukup kecil. Namun tetap saja kamu harus berhati-hati dengan segala tindakan penipuan yang ada. Oleh sebab itu penting untuk kamu menabung atau membeli pada tempat yang resmi saja seperti bank-bank besar yang sudah terjamin keamanannya.

Itulah penjelasan tentang investasi Dollar beserta keuntungan dan tips-tipsnya. Nah sobat Ngomu kira-kira tertarik gak nih untuk berinvestasi Dollar? Kalau iya, tahan dulu uangnya ya! Soalnya Rupiah saat ini sedang melemah terhadap Dollar. Jadi kamu harus menunggu momen terbaik untuk membeli Dollar agar kamu bisa untung maksimal dari investasi ini.

Selamat mencoba untuk berinvestasi Dollar ya sobat Ngomu!

Key Takeaways

💲Dollar adalah mata uang yang paling powerfull saat ini yang menjadikannya alat transaksi paling banyak digunakan diseluruh penjuru dunia.

🌎 Karena banyak dipakai oleh masyarakat dunia, dollar memberikan keuntungan tersendiri kepada para pemegangnya. Yang karena alasan tersebut dollar menjadi salah satu tempat orang-orang berinvestasi.

😮‍💨  Walaupun demikian, kita harus menerima kenyataan pahit bahwa kenaikan dollar terkadang justru berdampak buruk untuk kita dan kebanyakan orang.


💡
Suka dengan konten keuangan dari ngomongin uang? Yuk bantu kami untuk meningkatkan literasi keuangan seluruh masyarakat Indonesia dengan share artikel ini ke teman-teman kamu. Kamu juga bisa mendapatkan literasi keuangan yang jauh lebih lengkap lagi melalui instagram, tiktok, twitter dan terutama youtube ngomongin uang.

Jangan lupa untuk nantikan terus konten keuangan dari ngomongin uang, karena ngomongin uang gak ada habisnya!

Comments