Cara yang Benar Dalam Membeli Saham Pertama!

0 Comments

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang terlihat cukup menggiurkan, terutama bagi para pemula. Dengan menawarkan berbagai potensi keuntungan, harga yang cukup terjangkau serta sifatnya yang fleksibel membuat saham menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk para pemula yang baru saja terjun dalam dunia investasi.  

Membeli saham sebenarnya tidak serumit dari apa yang kamu pikirkan dan dengarkan dari sosial media ataupun orang-orang sekitarmu. Untuk membeli saham sendiri kenyataannya cukup mudah. Tapi hal pertama dan paling penting yang harus kamu lakukan adalah mengetahui dasar-dasar mengenai saham, belajar menganalisa, dan mempersiapkan hal lainnya untuk melakukan investasi pertama kamu.

Ketika kamu sudah selesai mempersiapkan itu semua, maka kamu sudah siap nih untuk membeli saham pertamamu. Kalau kamu masih ngerasa bingung, yuk intip tips dari Ngomu yang satu ini tentang cara yang benar dalam membeli saham pertama biar kamu ga salah pilih!

1. Memilih Sekuritas Saham

Sebagai seorang retail alias investor kecil, satu-satunya tempat kamu untuk melakukan jual beli saham adalah melalui sekuritas saham. Untuk memilih sebuah sekuritas, kamu harus pastikan nih kalau perusahaan tersebut telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, kamu juga perlu mencari tahu terkait dengan background, manajemen perusahaan, sepak terjang perusahaan di pasar modal dan apakah pernah terkena kasus atau penipuan. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan meminimalisir resiko investasi saham di sekuritas tersebut.

Nah setelah kamu menemukan sekuritas yang baik dan cocok dengan profil resiko kamu, langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah membuka akun saham.

Apakah sulit untuk membuka akun saham?

Tentu saja tidak sama sekali! Membuka akun saham sama seperti kamu membuka rekening di bank. Kamu hanya perlu tanda pengenal (KTP), NPWP (jika ada), fotocopy bagian depan buku tabungan yang kamu miliki dan modal awal untuk didepositkan ke rekening saham yang akan dibuatkan oleh sekuritas pilihanmu.

Untuk modal awalnya sendiri berkisar dari Rp 100.000 hingga Rp 3.000.000 tergantung kebijakan setiap sekuritas. Setelah itu, voila! Akun saham kamu sudah selesai dibuat dan bisa langsung digunakan. Mudah kan?

2. Analisa Saham yang Akan Kamu Beli

Jika kamu sudah menyelesaikan tahap pembukaan akun sekuritas, maka selamat! Kamu telah menyelesaikan langkah pertama dalam membeli saham. Selanjutnya, sebelum kamu melakukan pembelian saham kamu perlu melakukan analisa terlebih dahulu terhadap saham pertamamu.

Kalau kamu sudah mempelajari tentang apa itu saham sebelumnya, maka kamu akan menemukan fakta bahwa pergerakan saham akan terus berubah setiap detiknya. Mungkin bagi para pemula dan masyarakat yang belum begitu paham dengan saham, faktor penentu pergerakan saham tersebut menjadi suatu hal yang misterius. Apalagi kalau kamu masih bingung membaca laporan keuangan perusahaan, portofolio saham, dan sejenisnya.

Tapi seandainya nih kamu tidak memiliki skill atau pengetahuan yang luas terkait hal tersebut, maka setidaknya kamu bisa menganalisa prospek bisnis kedepannya. Kamu hanya perlu menganalisa kira-kira apakah bisnis ini akan terus berkembang kedepannya, apakah produknya akan dipakai masyarakat secara terus menerus dan terakhir tanyakan juga pada dirimu apakah kamu benar-benar ingin jadi bagian dari perusahaan tersebut.

Warren Buffet yang juga salah satu investor tersukses di dunia pernah berkata:

💡
“Belilah sebuah perusahaan karena kamu benar-benar ingin memilikinya, bukan karena berharap sahamnya naik”

-Warren Buffet

Tapi tentu saja, alangkah baiknya nih sebelum kamu benar-benar memulai bermain saham kamu harus memiliki pengetahuan tentang analisis saham yang baik sebagai langkah awal bermain saham dan mempermudah kamu untuk memilih saham apa yang perlu kamu miliki.

Kalau kamu bingung belajarnya dari mana, kamu bisa mempelajari tentang saham dan cara analisisnya dalam konten-konten Ngomu lho, karena Ngomu udah sering banget bahas itu baik di sosial media maupun Youtube. So, pastiin kamu ga ketinggalan konten menarik Ngomu lainnya dengan subscribe dan follow semua akun Ngomu ya!

3. Memutuskan Berapa Jumlah Saham yang Ingin Kamu Beli

Sebenarnya memutuskan jumlah saham ini sangatlah simple jika kamu memang memilih jalan menjadi seorang investor. Kebanyakan orang menentukan jumlah saham yang ingin dibeli berdasarkan strategi investasi mereka sendiri dan juga tergantung dengan tujuan serta profil resiko masing-masing.

Ada orang-orang yang membeli saham dalam jumlah yang kecil dan terus dilakukan secara konsisten setiap bulannya sehingga menjadikan investasi saham layaknya menabung di bank. Sistem ini disebut sebagai Dollar Cost Average (DCA) yakni upaya untuk membagi transaksi investasi dengan memasukan jumlah dana yang sama dalam rentang waktu tertentu sehingga didapatkan biaya secara rata-rata.

Tapi ada juga nih mereka yang membeli saham dalam jumlah yang sekaligus besar, apalagi saat nilai pasar sedang turun. Hal ini bertujuan agar bisa segera mendapatkan hasil dividen yang besar pula di kemudian hari.

Oleh karena itu, kamu harus menentukan terlebih dahulu bagaimana sih tipe dan tujuan investasimu. Baru setelah itu kamu memutuskan berapa jumlah saham yang akan kamu beli.

4. Menentukan Tipe Order

Penjelasan Jenis Order Saham

Tipe order di saham itu umumnya ada dua yakni Market Order dan Limit Order. Apa sih perbedaan kedua order tersebut?

Perbedaan utama dari kedua order tersebut terletak pada eksekusinya. Jika melakukan market order, maka kamu bisa langsung mendapatkan saham yang kamu mau. Market order termasuk sebagai pilihan aman untuk saham dengan kapitalisasi besar, karena mudah diperjualbelikan dan sangat likuid. Jenis dari harga market order sendiri adalah harga pasar, jadi investor tidak menetapkan harga tetapi bersedia membayar harga pasar saat ini.

Fitur ini paling umum digunakan oleh investor pasar modal, apalagi kalau saham incaran kamu banyak banget peminatnya. Dengan menggunakan market order, kamu bisa langsung membuat penawaran tanpa perlu mengantre panjang.

Sedangkan limit order adalah membeli atau menjual dengan harga tertentu atau harga yang ditentukan investor. Jadi, kamu baru bisa mendapatkan saham incaran kamu hanya apabila harga saham tersebut berhasil menyentuh titik harga yang telah kamu atur pada limit order sebelumnya.

Sistem ini lebih disukai untuk membeli atau menjual aset yang diperdagangkan sangat fluktuatif. Misalnya saham dengan kapitalisasi pasar yang kecil. Limit order akan memberikan kontrol besar pada investor karena memungkinkan investor untuk menetapkan harga beli maksimum atau harga jual minimal saat melakukan pemesanan. Pemesanannya sendiri akan diproses hanya ketika aset berhasil mencapai harga yang ditetapkan tersebut.  

Nah biar kamu makin paham perbedaannya, berikut merupakan kelebihan dan kekurangan dari market order dan limit order.

Kelebihan Market Order

⏩Transaksi dapat dieksekusi secepat mungkin

🚶Tidak perlu mengantre panjang untuk membuat penawaran saham

💲Biasanya dikenakan fee dan komisi yang lebih murah dibandingkan limit order

Kekurangan Market Order

🧐Kurang bisa diandalkan saat memperdagangkan investasi yang kurang likuid seperti saham berkapitalisasi kecil

Kelebihan Limit Order

⏲️Investor dapat mengatur waktu pembelian dan penjualan sesuai harga yang ditetapkan

👀 Menarik untuk dilakukan pada saham dengan volume rendah dan tidak terdaftar di papan utama

💰Bisa mendapatkan untung dalam jumlah besar dan sangat cepat dengan memanfaatkan perubahan kecil di dalam harga

Kekurangan Limit Order

💆Lebih rumit dieksekusi daripada market order

💥Resiko investasi pesanan gagal dieksekusi karena harga pasar tidak sesuai dengan harga investor

💸Beberapa transaksi limit order biasanya dikenakan biaya yang lebih tinggi

Jika kamu ingin segera mendapatkan saham incaran, maka sebaiknya kamu menggunakan fitur market order yang tersedia pada sekuritas. Tetapi jika kami tidak terburu-buru dan percaya bahwa harga saham yang kamu incar akan mengalami penurunan, maka kamu bisa memakai limit order dengan tujuan untuk mendapatkan saham pada harga yang jauh lebih murah dan bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

5. Optimalkan Portofolio

Setelah kamu berhasil membeli saham pertamamu, maka sekarang kamu hanya perlu mengoptimalkan portofolio milikmu. Portofolio ini diibaratkan seperti lemari simpanan yang berisi kumpulan barang pilihan sesuai kebutuhan, profil, serta preferensimu.

Saham pertama yang kamu beli merupakan awal dari perjalanan dirimu di dunia investasi. Nah, kamu juga perlu ingat nih bahwa investasi itu tidak selamanya indah. Ada saatnya dimana kamu akan mengalami kerugian juga.

Tapi tenang saja, kalau kamu memiliki pandangan untuk berinvestasi jangka panjang maka potensi keuntungannya bisa jauh lebih besar dibandingkan investasi jangka pendek lho. Tentu saja hal itu akan terwujud apabila kamu menginvestasikan uangmu pada saham perusahaan yang baik bisnisnya.

Seiring dengan waktu, kamu juga mungkin menemukan komposisi ‘lemari’ portofolio yang cocok denganmu. Misalnya kamu menemukan fakta bahwa sebaiknya kamu melakukan diversifikasi investasi, jangan terlalu banyak berinvestasi di kelas aset yang sama, atau bahkan perlu berfokus pada satu aset yang menurut kamu baik.

Oleh karena itu, portofolio ini penting banget kamu miliki dan optimalkan agar bisa mengatur strategi yang baik kedepannya, dan memaksimalkan keuntungan serta meminimalisir resiko investasi.

Itu dia cara membeli saham dan langkah-langkah dalam memulai berinvestasi saham untuk pemula. Cukup mudah bukan? Karena itu, yuk jangan tunda lagi untuk mulai berinvestasi saham. Semakin cepat kamu memulainya maka akan semakin bagus pula hasil yang akan kamu dapatkan nantinya.

Kalau kamu ada cara dan tips yang lain, coba share di kolom komentar ya!

Key Takeaways

💰 Membeli saham mungkin terdengar rumit khususnya bagi yang belum atau baru pertama kali akan melakukannya.

📊 Nyatanya membeli saham tidak serumit apa yang dibayangkan, setidaknya hanya butuh 5 langkah saja untuk melakukannya.


💡
Suka dengan konten keuangan dari ngomongin uang? Yuk bantu kami untuk meningkatkan literasi keuangan seluruh masyarakat Indonesia dengan share artikel ini ke teman-teman kamu. Kamu juga bisa mendapatkan literasi keuangan yang jauh lebih lengkap lagi melalui instagram, tiktok, twitter dan terutama youtube ngomongin uang.

Jangan lupa untuk nantikan terus konten keuangan dari ngomongin uang, karena ngomongin uang gak ada habisnya!

Comments