6 Kriteria Memilih Sekuritas | Sekuritas Saham Terbaik Tahun 2022

0 Comments

Sejak pandemi tahun 2020 hingga saat ini, pertumbuhan investor retail baru di pasar modal terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Meskipun pandemi Covid-19 memberikan tekanan bagi perekonomian global, namun di sisi lain hal ini juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berinvestasi.

Bahkan berinvestasi saat ini seakan menjadi sebuah tren dan gaya hidup tersendiri. Oleh sebab itu, banyak sekuritas-sekuritas saham di tanah air berlomba-lomba untuk memaksimalkan keunggulan yang mereka miliki baik itu dari sisi fitur, fee, hingga kemudahan dalam jual-beli saham.

Memilih sekuritas terbaik merupakan salah satu faktor penting yang akan mengantar kamu meraih cuan di dunia investasi. Karena dibalik keunggulan dan kekurangan sekuritas, ada fitur atau layanan yang penting banget, khususnya buat investor pemula. Apalagi saat ini marak ditemukan sekuritas bodong yang justru merugikan investor.

Terus, apa saja sih kriteria sekuritas yang cocok dan aman untuk kamu para pemula yang baru saja mulai belajar saham?

Biar kamu ga salah pilih, yuk simak penjelasan Ngomu tentang 6 kriteria dalam memilih sekuritas yang satu ini!

Terdaftar di BEI dan Diawasi OJK

Ini adalah kriteria pertama yang wajib terpenuhi terlebih dahulu ketika kamu akan memilih sekuritas, karena ini berkaitan dengan keamanan kamu. Tentunya kamu juga ga pengen menanam saham di sekuritas yang ilegal bukan?

Dengan melihat legalitas atau izin yang telah dimiliki perusahaan sekuritas tersebut maka kamu bisa menyimpulkan bahwa sekuritas ini merupakan sekuritas yang telah cukup baik di luar daripada fitur dan keunggulan lainnya.

💡
Ada banyak banget resiko yang akan timbul di kemudian hari kalau kamu memilih sekuritas yang abal-abal. Mulai dari penyelewengan dana, potensi kehilangan profit, hingga penyebaran data pribadi investor. Kalau sekuritas tersebut sudah masuk daftar hitam di pasar, jangan pernah terbuai untuk buka akun apalagi sampai berinvestasi disana!

Kalau kamu memilih sekuritas yang sudah terdaftar secara resmi dan legal, kamu bisa merasa aman karena sekuritas tersebut telah terjaga keamanan transaksinya dari resiko penipuan. Dan jika seandainya nanti terjadi kasus yang merugikan, kamu bisa mengajukan pengaduan langsung ke OJK ataupun Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terus cara kita tau sekuritas itu sudah terdaftar di OJK dan BEI gimana? Nah, kamu bisa mengecek izin suatu sekuritas langsung pada laman Idx.co.id ya.

Tapi, umumnya di Indonesia sendiri sangat jarang ditemukan sekuritas saham ilegal karena memang saham adalah salah satu instrumen yang sangat di awasi oleh pemerintah. Tapi tetap saja, kamu harus berhati-hati dalam memilih sekuritas yang kamu pakai nantinya.

Proses Pendaftaran Sekuritas Praktis dan Cepat

Dulu nih waktu kita mau bikin rekening sekuritas itu pendaftarannya ribet banget. Kamu harus print dokumen ini itu, mengisi formulir pendaftaran secara manual, kirim dokumennya ke kantor sekuritas dan masih harus menunggu proses review dokumennya yang memakan waktu cukup lama.

Buat kamu para pemula yang semangat ingin memulai belajar saham pasti langsung bete mendengar cerita di atas. Karena memang pada dasarnya semua orang tuh ingin proses registrasi yang praktis dan cepat selesainya.

Jangan sampai nih proses belajar kamu terhalang hanya karena pendaftaran sekuritas yang ribet. Siapa sih yang mau investasi saham kalau prosesnya lama dan berbelit-belit?

Eits, tapi tenang! Sekarang proses pendaftarannya sudah enggak seperti dulu lagi lho! Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini segala sesuatu bisa dilakukan dengan lebih cepat dan simple.

Saat ini sudah cukup banyak sekuritas yang menyediakan fasilitas pendaftaran secara online, dimana proses registrasinya itu bisa selesai hanya dalam kurun waktu yang sangat singkat, ga perlu pakai dokumen fisik lagi, serta proses verifikasinya pun cuma perlu beberapa hari kerja saja.

Biasanya data-data yang dibutuhkan itu seperti foto KTP, NPWP, buku tabungan, dan mengisi formulir secara online untuk data-data lainnya.

Tapi walaupun semuanya sudah serba online, terkadang masih banyak sekuritas diluar sana yang memberikan syarat kepada calon pendaftar yang mana syarat-syarat inilah yang membuat para pemula tuh kerepotan. Contohnya seperti harus punya rekening bank dari bank tertentu, dan lain sebagainya.

Jadi pastikan kamu mencari sekuritas yang benar-benar memudahkan dalam proses pendaftaran ya!

Minimum Deposit Murah

Minimum deposit merupakan jumlah uang yang harus disetorkan ke rekening saham kita. Ini sama seperti saat kita melakukan pembukaan rekening di bank pada umumnya yang mana kita harus melakukan setoran awal terlebih dahulu.

Masing-masing sekuritas punya aturan yang berbeda terkait dengan deposit awal ini. Ada yang dengan Rp100 ribu saja kamu sudah bisa mulai berinvestasi dan ada juga sekuritas dengan minimum deposit hingga jutaan Rupiah.

Sebagai perbandingan, dulu pada tahun 1998 investor ritel yang ingin berinvestasi harus merogoh kocek setidaknya Rp 50 juta untuk deposit pertama.

Kok bisa sih dulu angka depositnya setinggi itu?

Jadi pada saat itu angka ini dipengaruhi oleh besaran minimal pembelian saham yang dihitung berdasarkan lot. Di waktu itu 1 lot berisi 500 saham. Itu sebabnya dulu hanya orang-orang kaya saja yang bisa berinvestasi saham.

Namun sejak 6 Januari 2014, BEI mengubah aturan 1 lot menjadi 100 saham. Perlahan, kebijakan ini berhasil membuat saham dapat menjangkau semua kalangan. Bahkan hingga ibu rumah tangga, mahasiswa, pedagang kecil, semua bisa ikut berinvestasi saham.

Makanya saat ini banyak sekuritas yang berbondong-bondong menawarkan minimum deposit murah agar bisa menarik dan menjangkau investor dari berbagai kalangan.

Nah biasanya untuk para pemula nih, mereka terkadang belum punya keberanian untuk menyimpan uangnya terlalu banyak di saham. Apalagi kalau kamu dalam konteksnya masih dalam tahap belajar, pasti enggan untuk simpan uang kamu dengan deposit terlalu banyak.

Memang sebaiknya ketika kamu baru mulai berinvestasi saham gunakanlah dana yang kecil terlebih dahulu. Oleh karena itu kamu bisa memilih sekuritas yang jumlah minimum deposit nya termasuk murah dan sesuai untuk budget kamu.

Mobile App yang User Friendly

Sekuritas harus memiliki aplikasi mobile yang user friendly, navigasi serta tampilan aplikasinya yang nyaman dan mudah dipahami untuk para pemula.

Layout yang buruk, saldo yang tidak kelihatan, ukuran font yang kacau dan terlalu mencolok mata, fitur yang sulit diakses, pasti akan mengurangi kenyamanan investor dalam menggunakan aplikasinya.

Selain itu bagi para investor pemula, sekuritas yang memiliki mobile app yang nyaman cenderung lebih diminati dibandingkan sekuritas yang memiliki fitur lengkap namun tampilannya tidak nyaman dan sulit untuk dipahami. UI dan UX ini sangat penting bagi investor terutama bagi pemula, baik dari sisi kegunaan, tampilan, fasilitas dan tentu saja penggunaannya yang mudah.

Kebanyakan pemula memang tidak memerlukan fitur yang advance, seperti tool canggih dengan enam layar seperti para profesional. Mereka lebih butuh aplikasi yang mudah untuk dipahami agar mereka lebih nyaman untuk belajar dan bertransaksi.

Karena jika para pemula memiliki terlalu banyak tool yang advance, maka mereka cenderung akan ragu ketika melakukan transaksi jual beli saham karena tidak memahami secara mendalam fitur-fiturnya dan justru bikin mereka tambah pusing.

Jadi, penting banget nih buat kamu para pemula untuk memilih aplikasi yang tampilan dan penggunaannya lebih mudah, simple dan tentunya nyaman.

Biaya Transaksi Murah

Dalam membayar kebutuhan operasional dan mendapatkan keuntungan, perusahaan sekuritas juga memungut sejumlah biaya dari setiap transaksi jual beli saham yang nasabahnya lakukan.

Terus berapa sih fee transaksi yang dipungut oleh sekuritas saham?

Setiap sekuritas itu memiliki fee transaksi yang berbeda beda. Biasanya ketika kamu membeli saham maka akan dikenakan fee berkisar antara 0.15% - 0.2%, dan ketika kamu melakukan penjualan saham maka kamu akan dikenakan fee mulai 0.2% - 0.3% tergantung dari sekuritas apa yang kamu pilih.

Namun tentu saja sebagai seorang investor kita akan memilih fee transaksi yang semurah mungkin biar keuntungan yang didapat bisa makin maksimal.

Oleh karena itu, pilihlah sekuritas yang menawarkan biaya transaksi yang rendah tapi jangan sampai mengorbankan kualitas pelayanannya ya!

Akses Konsultasi

Ini dia fitur yang masih belum banyak disediakan oleh sekuritas-sekuritas saham. Padahal fitur ini sangat penting untuk para investor pemula. Karena tentu saja sebagai orang yang baru pertama kali terjun ke dunia saham, pasti banyak pertanyaan yang muncul dalam kepala sebagai proses belajar mereka dalam berinvestasi saham, dan itu wajar banget.

Selain itu, melalui fitur ini apabila aplikasi tersebut memiliki kendala kamu bisa segera mendapatkan respon dengan cepat terkait masalah yang sedang kamu hadapi. Bayangin deh kalau misalnya masalah kamu tuh urgent dan harus cepet diselesaiin, eh ternyata respon sekuritasnya lama banget. Kan bikin kesel dan tambah panik ya?

Nah oleh karena itu, pastikan sekuritas yang kamu pilih menyediakan fitur konsultasi ini ya, baik tanya jawab dengan customer service, konsultan, ataupun forum diskusi. Kamu juga harus mempertimbangkan nih media support apa yang digunakan. Apakah komunikasinya menggunakan email, live chat, telepon, ataupun media lain. Tentukan mana yang lebih efektif untukmu.

Selain itu, sekarang ada juga nih fitur chat komunitas dimana para pemula tuh bisa bertanya lewat fitur ini dan mereka para investor yang telah expert akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.

Dengan demikian, investor pemula bisa mendapatkan tips dan kiat-kiat bagus dari investor yang sudah berpengalaman sehingga bisa cuan bareng-bareng deh!


Itu dia 6 kriteria dalam memilih sekuritas saham yang bisa kamu jadikan pertimbangan. Peran perusahaan sekuritas memang sangat vital dalam transaksi saham. Jadi kamu harus lebih teliti saat memilih sekuritas yang sesuai dengan tujuan investasimu ya!

Nah, kira-kira ada kriteria lain gak nih yang bisa kamu terapin? Coba share di kolom komentar ya!


💡
Suka dengan konten keuangan dari ngomongin uang? Yuk bantu kami untuk meningkatkan literasi keuangan seluruh masyarakat Indonesia dengan share artikel ini ke teman-teman kamu. Kamu juga bisa mendapatkan literasi keuangan yang jauh lebih lengkap lagi melalui instagram, tiktok, twitter dan terutama youtube ngomongin uang.

Jangan lupa untuk nantikan terus konten keuangan dari ngomongin uang, karena ngomongin uang gak ada habisnya!

Comments